Dalam banyak kasus pelanggaran etika dan tata kelola, masalahnya bukan selalu penyuapan yang terang-terangan. Justru, akar persoalannya sering berasal dari konflik kepentingan yang tidak disadari, tidak diungkapkan, atau dibiarkan tanpa pengelolaan yang jelas.
Konflik kepentingan yang tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi objektivitas, merusak kepercayaan, dan pada akhirnya membuka pintu bagi risiko penyuapan, penyalahgunaan wewenang, serta keputusan yang tidak adil.
Di sinilah ISO 37009:2025 menjadi panduan penting bagi organisasi.
Apa itu ISO 37009:2025?
ISO 37009:2025 adalah panduan internasional yang memberikan kerangka kerja praktis bagi organisasi untuk mengidentifikasi, menilai, mengungkapkan, dan mengelola konflik kepentingan secara sistematis.
Standar ini membantu organisasi memahami bahwa konflik kepentingan dapat bersifat:
- aktual (sudah terjadi),
- potensial (berpotensi terjadi),
- maupun yang tampak (perceived conflict), yaitu situasi yang secara wajar dapat dipersepsikan publik sebagai konflik kepentingan, meskipun belum tentu melanggar aturan.
ISO 37009:2025 bukan standar sertifikasi, melainkan panduan yang dapat digunakan oleh organisasi dari berbagai sektor—publik maupun swasta—untuk memperkuat tata kelola, etika, dan integritas pengambilan keputusan.
Panduan ini juga dirancang agar selaras dan saling melengkapi dengan ISO 37001 (Anti Penyuapan) dan ISO 37301 (Sistem Manajemen Kepatuhan).
Manfaat Penerapan ISO 37009:2025
Penerapan panduan ISO 37009:2025 memberikan manfaat nyata bagi organisasi, antara lain:
- membantu organisasi mengambil keputusan secara lebih objektif dan adil,
- meningkatkan transparansi dan kepercayaan dari pemangku kepentingan,
- melindungi organisasi dan individu dari tuduhan konflik kepentingan yang merugikan reputasi,
- memperkuat budaya keterbukaan dan integritas,
- menjadi fondasi penting dalam pencegahan penyuapan dan penyalahgunaan wewenang.
Lebih dari sekadar dokumen kebijakan, ISO 37009:2025 mendorong perubahan cara pandang:
bahwa konflik kepentingan bukan untuk ditutup-tutupi, tetapi diungkapkan dan dikelola secara profesional.
Langkah-Langkah Penerapan ISO 37009:2025 secara Sederhana
Penerapan ISO 37009:2025 tidak harus rumit. Organisasi dapat memulainya melalui langkah-langkah praktis berikut:
1. Membangun Pemahaman Bersama
Menyadarkan manajemen dan personel bahwa konflik kepentingan adalah risiko nyata yang perlu dikelola, bukan dianggap tabu.
2. Identifikasi Situasi Konflik Kepentingan
Mengidentifikasi posisi, peran, dan aktivitas yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, termasuk hubungan keluarga, bisnis sampingan, atau kepentingan pribadi.
3. Mekanisme Pengungkapan yang Jelas
Menyediakan mekanisme sederhana bagi personel untuk mengungkapkan konflik kepentingan secara terbuka dan aman.
4. Penilaian dan Pengelolaan Risiko
Menilai dampak konflik kepentingan terhadap keputusan dan menetapkan langkah pengendalian, seperti pembatasan peran, pengalihan tanggung jawab, atau pengawasan tambahan.
5. Integrasi dengan Sistem yang Ada
Mengaitkan pengelolaan konflik kepentingan dengan kebijakan anti penyuapan, kepatuhan, dan tata kelola yang sudah diterapkan.
6. Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan
Meninjau efektivitas pengelolaan konflik kepentingan secara berkala dan melakukan perbaikan sesuai dinamika organisasi.
Penutup
Mengelola konflik kepentingan bukan sekadar memenuhi ekspektasi regulator atau auditor.
Ini adalah tentang menjaga kepercayaan, melindungi reputasi, dan menjamin bahwa setiap keputusan diambil dengan integritas.
ISO 37009:2025 membantu organisasi melangkah lebih dewasa dalam tata kelola, dengan menjadikan transparansi dan keadilan sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari.
Sumber:
- org
- WQA Learning











